19 Januari, 2008

ON TRINITY

Tinted glass in St Andrew Anglican Church, city of Perth
Beberapa kali saya pernah didatangi orang – orang Saksi Yehovah, yang ingin berbicara tentang kitab suci tetapi saya menolak karena saya tahu bahwa iman keyakinan saya dengan mereka berbeda meski kitab sucinya sama, akan tetapi mereka tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan tetapi sebagai manusia sesama ciptaan Tuhan. Bukan saya takut terpengaruh akan tetapi mungkin saya merasa akan membuang waktu saya. Mempermasalahkan bahwa Kristus bukanlah Tuhan adalah sama dengan mengusik iman kristiani yang menerima keyakinan bahwa Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. Juga meragukan iman Trinitas yang diimani para penganut Katolik dan Kristen. Teolog iman katolik Thomas Aquinas yang banyak dipakai dari kumpulan tulisannya "Summa Theologia", sebagai referensi akhirnya menyatakan juga bahwa kita akhirnya tidak memahami Allah dengan sepenuh - penuhnya ; bahwa Allah itu tak terkatakan. Kita adalah seperti orang buta yang diberitahu indahnya warna biru, dan bagaimanapun orang menggambarkan indahnya warnabiru tersebut, kita yang buta tidak pernah dapat memahaminya dengan benar. Tidak salah kalau Kahlil Gibran pernah mengatakan bahwa iman adalah oasis yang tak pernah terjangkau oleh kafilah alam pikiran. Pemuaskan dahaga kita akan kebenaran dan pengertian tentang Pencipta ; dan bagi kita pengikut Kristus tentang Sang Sabda, adalah proses spiritual sepanjang kehidupan kita.
Baru baru ini saya juga membaca sepintas sebuah buku “the other bible” tulisan Willy B dari Harper yang membahas injil-injil lain yang tidak diakui Vatican dan Kekristenan lainnya seperti Injil Thomas, Mary Magdalene, James, Judas, Barnabas dan juga aprokip2 Judaism, dll/ Saya tidak mendalami, Cuma tertarik karena dalam preface disampaikan dari injil tersebut meski tidak diakui oleh Christianity tetapi juga ada yang membawa kita untuk lebih menghayati faith kita dan memang saya tertarik karena banyak yang merupakan cerita imaginative atau memperkaya iman saya , dan bagi saya bukanlah sesuatu yang negative.
......Gathered here for the first time in one comprehensive volume are excerpted ancient holy texts from Judeo-Christian traditions that were excluded from the official canon of the Old and New Testaments. The Other Bible is a unique sourcebook of essential selections from Jewish Psudepigrapha, early Kabbalah, Haggadah, Midrash, Christian Apocrypha, and Gnostic scriptures. The Other Bible provides a rare opportunity to discover the poetic and narrative riches of this long-suppressed literature and experience firsthand its visionary discourses on the nature of God, humanity, the spiritual life, the world around us, and infinite worlds beyond this one.Kalau saya tidak salah populernya Da Vinci Code juga adalah berdasar injil Judas yang diekslpoitasi Dan Brown menjadi novel yang popular dan semuanya menjadi logic dan menarik bila dikait-kaitkan. Memang seperti nya kalau ke4 injil yang kita pegang sekarang ini selesai ditulis tahun 90 an dengan injil yang terakhir adalah Yohanes , saudara Jakobus yang sebelumnya adalah para murid Yohanes Pembaptis; dianggap oleh banyak para ahli sebagai injil kasih yang ingin menegaskan bahwa Yesus adalah Allah sendiri.
Dalam sejarah gereja pada abad-abad pertama memang banyak ajaran yang mempersoalkan ajaran untuk menegaskan siapakah diri Yesus sebenarnya. Yang ekstrem disatu sisi bahwa Yesus adalah Allah sepenuhnya yang menjelma sebagai manusia ( biasanya seperti yang terjadi dalam Mythologi Junani ataupun Timur menitis jadi manusia). Yesus bagaikan meminjam badan manusia sampai pada suatu saat disalib tanpa kesakitan. Pada ekstrem lainnya Yesus seratus persen sama seperti kita yang memiliki banyak kelemahan tetapi menjadi sempurna karena mengutamakan kehemdak Allah. Banyak ajaran-ajaran lainnya yang akhirnya melahirkan seperti injil-injil yang disebutkan dalam the other bible, karena waktu itu alam pemikiran banyak dipengaruhi alam filsafat Yunani ( sumber ilmu pemikiran dan pengetahuan yang menjadi cernaan para intelektual saat itu). Pemikiran Socrates, Plato dan Aristoteles yang mengutamakan rasio atau akal budi yang berdasarkan logika. Buah dari pemikiran inilah yang melahirkan injil – injil Gnotis yang bukan kanon gereja katolik. Bukan injil palsu tetapi ditulis oleh penulis yang menekankan rationalitas atau menawarkan rahasia pengetahuan dalam mencoba mencari jawab siapakah atau pemahaman tentang Yesus itu. Yang digambarkan oleh injil - injil ini seperti injil dari Maria Magdalena, Thomas, Filipus dsb yang disebut juga injil - injil apokrif ( jangan disamakan dengan deteuronika); adalah bukan sebagai nabi, atau Tuhan . Akan tetapi sebagai pribadi istimewa yaitu seorang rabi, ahli filsafat yang serba tahu tentang segala macam hal. Diantaranya da yang imajinatif menggambarkan masa kecil Yesus , Yesus yang menjalin hubungan percintaan dengan Maria Magdalena, dsb. Yesus yang digambarkan oleh injil - injil ini adalah Yesus yang bukan juru selamat, dan bukan Yesus yang sesuai historik dan dan digambarkan oleh para penginjil yang diakui sebagai kanon oleh gereja.
Akhirnya memang lahir konsili Nice pada tahun 325 yang melahirkan Nicene Creed. Injil Matius 28 :19 ….Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Trinitas menjadi dasar pengakuan iman kekristenan kita, yang membedakan pengikut Kristus denga n Judaism dan Islam. Satu Tuhan dengan3 Keabadian yang abadi dari Allah Bapa, Puera, dan Roh Kudus. Misteri Tuhan menurut kekristenan adalah misteri iman Kristen, dan ini yang telah menimbulkan kekacauan penolakan Yesus sebagai Tuhan dan juga penolakan Roh Kudus, hanya pengertian Allah sebagaimana Judaism dan di kemudian hari Islam. Bila sekarang masih ada yang meragukan Trinitas saya kira adalah sekte-sekte dan mungkin julahnya tidak banyak, tetapi memang menarik bagi mereka yang mengeksplorasi pikiran – pikiran yang dirasakan berdasar logika. Seorang pastor pernah mengemukakan dirinya sebagai pengajar "ilmu" logika. Logika bukanlah suatu ilmu atau logos akan tetapi adalah adalah kemampuan atau cara berpikir secara rasional dan sistimatis sehingga dapat menyimpulkan sesuatu, atau dapat berargumen yang belum tentu diakui kebenarannya oleh orang lain. Disebut kemampuan cara berpikir sesorang atau reasoning terhadap segala sesuatu yang merupakan karakteristik orang yang bersangkutan. Dan biasanya berhubungan dengan tingkat kecerdasan yang bersangkutan. Logika bisa tida berkwalitas biila berdasarkan statemen-statemen atau presumptions yang salah maka yang timbul adalah false logic. Saya tidak menyimpulkan bahwa penulis dari watchout illogic, akan tetapi iman kepercayaan kita memang menakui Allah Trinitas adalah iman yang kita anut berdasarkan religi kekristenan kita.
Injil Yohanes yang disebut juda adalah Para Phrase atau Pasa Graphe (Junani), menembus kalimat sering disebut juga the whole bible adalah semua yang tertulis merupakan kesaksian-kesaksian yang menyatakan Yesus adalah Allah, Sabda yang sudah menjadi daging, dan Rohnya yang berasal dari Bapa tetap abadi menyertai kita semua. Injil ini sering disebut injil hasil permenungan Yohanes, murid yang dikasihi, saudara Jakobus, sepupu Yesus, anak Salome saudara Maria dan anak dari Zebedeus; ingin menegaskan kepada kita semua bahwa Yesus adalah Allah sendiri. Dan injil ini diakui sebagai kesaksian dari Allah sendiri yang menyatakan dirinya (Yoh1: 1 - 18), dan kesaksian-kesaksian saksi mata lainnya, dari Yohanes Pemandi, Nicodemus, Perwira romawi, Si Lumpuh di Siloam, dan Petrus bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah. Yohanes mengemukakan 7 kesaksian (tradisi Yahudi tujuh adalah sempurna) yang benar-benar meyakinkan melalui injilnya bahwa Yesus adalah Allah sendiri. Injil Yohanes juga mengajarkan banyak tentang Paracletes, Roh Kudus yang tidak meninggalkan kita sendirian.
Terima kasih rekan-rekan yang mau membaca ini, mungkin kita bisa saling memperkaya iman kita melalui pemahaman-pemahaman seperti yang diajarkan Gereja melalui Kitab Sucinya seperti yangdisampaikan Kardinal Joseph Ratzinger (waktu itu beliau menjadi Ketua Komisi Kitab Suci Kepausan) pada tanggal 23 April 1993 memperingati 100 tahun ensiklik Paus Leo Xiii, Providentissimus Deus dan 50 tahun ensiklik Divino Afflante Spiritu, yang keduanya dipersembahkan untuk kajian alkitab; beliau mengutip Luk 24:2
"……. semoga Anda dalam penelitian yang Anda lakukan, Anda selalu dibimbing oleh Yesus Kristus, Sabda Allah yang berinkarnasi, yang telah membuka para pikiran murid untuk dapat mengikuti Kitab Suci. Semoga Perawan Maria bisa menjadi teladan Anda melalui kepatuhannya kepada Sabda Allah. Dengan menyambut Sang Sabda , ia menjadi model dan ibu para murid. Oleh karena itu semoga dia mengajar Anda sekalian untuk menerima Sabda Allah secara penuh tetapi juga dalam seluruh hidup Anda".
(Komisi Kitab Suci Kepausan, Penafsiran Aljitab dalam Gereja, Kanisius, 2003)
Kemudian seperti dalam Deus Caritas Est
…….The Church, as Pope Benedict wrote, has three responsibilities: to preach the
Word of God, celebrate the sacraments and practice charity.
Dan juga liturgy ekaristi, beliau dalam ensiklik nya itu menyampaikan tanggung jawab gereja selain celebrating the sacrament dan kegiatan karitatif adalah preaching the Word, yang secara pribadi saya rasakan bukan pengajaran akhir2 ini di paroki St. Ignatius , tetapi saya rasakan sebagai permenungan yang lewat begitu saja dengan ilustrasi – ilustrasi yang irrelevant.




Tidak ada komentar: