19 Januari, 2008

KITAB SUCI SUMBER INSPIRASI


Ya Tuhan,
Bapa yang Maha Baik
Puji syukur kami haturkan
kehadiratMu yang Kudus

Allah Roh Kudus,
datanglah menerangi kami
dan menjadikan kami menjadi pengikut Kristus yang setia
manakala kita jatuh
karena kami adalah manusia yang lemah
dan lalai menjalankan perintah Bapa

Tuhan Yesus,
dampingilah dan bantulah kami
ingatkan kami akan pengorbananMu yang tiada tara
biarlah Engkau datang dengan pertanyaanMu yang manis
“anakKu, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari yang lain?”

Tuhan Yesus ,
firmanMu masih berbicara kepada kami
melalui kitab suci dan injilMu
tetapi kami selalu cenderung menjauh dariMu
Engkau sekarang tidak mempunyai mulut
( tentara Romawi mendera Mu sehingga lidahMu kelu )
Engkau sekarang tidak mempunyai tangan dan kaki
(mereka telah memaku tangan dan kakimu pada kayu salib)
Engkau sekarang tidak mempunyai tangan
(mereka telah merentangkan tanganMu yang kudus antara langit dan bumi)
Engkau sekarang mempunyai hati yang berdarah
( mereka telah menusukkan kedalam lambungMu tombak yang mengalirkan darah dan air (tapi bukankah akupun salah seorang dari mereka – mereka itu)
tetapi Yesus, karena kasih keAllahan mu yang tetap setia
menyelamatkan kami yang lemah dan cenderung berdosa
(apakah manusia sehingga Kau indahkan? Kauperhatikan?)
curahkanlah air dan darah
dari hatiMu yang kudus
sebagai minuman penyegar jiwa
yang menguatkan kami
pakailah kami sebagai alatMu
untuk berperan serta dalam memuliakan Bapa
Kemuliaan kepada Bapa , Putera dan Roh Kudus



Beberapa hari terakhir ini telah terjadi peristiwa dahsyat yang diketahui semua penduduk Yerusalem, bahwa seorang nabi, Yesus orang Nasareth yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan bangsa Israel, telah diserahkan oleh para imam kepala dan para pemimpin Israel kepada penguasa Roma untuk dihukum mati dengan disalibkan . Beberapa murid kembali kepada profesi semula , demikian juga Petrus dan beberapa murid untuk menghidupi dirinya kembali menjadi nelayan, profesi yang sudah ditinggalkannya sejak 3 tahun yang lalu. Mereka benar – benar merasa sedih dan kehilangan. Juga sangat ketakutan akan ditangkap dan diadili juga, karena menjadi pengikut Yesus yang telah diadili bagaikan seorang penjahat , mengaku Raja dan dituduh melawan kaisar. Akan tetapi para murid kemudian menyadari bahwa Sang Guru telah kembali kepada mereka dengan penampakan –penampakanNya saat Thomas yang tidak percaya dan dalam perjalanan ke Emaus kepada murid yang lain. Pagi hari itu di tepi danau Tiberias Tuhan Yesus menampakkan diri lagi untuk ketiga kalinya kepada para murid, yaitu Petrus bersama Thomas, Natanael dan kedua anak Zebedeus, yaitu Yohanes dan Jakobus. Mujizat terjadi lagi dengan tangkapan ikan yang berlimpah tanpa mengoyakkan jala dengan 153 ekor ikan besar. Padahal semalaman, sebelum Tuhan Yesus hadir, Petrus dan para murid lain tidak mendapatkan apa- apa. Ketika Yesus bertanya “Simon, anak Yohanes apakah engkau mengasihi Aku?”, sangatlah sedih hati Petrus karena pertanyaan Yesus mengingatkannya kembali kepada penyangkalannya kepada Guru yang dikasihinya sampai 3 kali. Penyesalan yang terus membebaninya dalam pikirannya dan betapa ia merasakan bahwa dirinya adalah seorang berdosa. Petrus yang telah menyangkal Yesus 3 kali dengan mengatakan: Aku bukan seorang diantara mereka , bukan muridNya, dan aku tidak tahu apa yang kau katakan kepada perempuan dan seorang hamba Imam Besar yang menanyainya. Tiga kali ia menyangkal dengan derajat yang meningkat, sampai ayam berkokok dan ia menangis karena menyesali perbuatannya terhadap Tuhan yang dikasihinya dan diikutinya selama 3 tahun. Dalam hati kecilnya Petrus berpikir : Apakah Yesus menegur dirinya karena perbuatannya yang lalu. Karena ia telah meninggalkan Sang Guru ketika Yesus diseret ke pengadilan dan ia , murid yang utama, tidak melakukan sesuatupun karena ketakutan sebagai pengikut Kristus. Rupanya Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan Petrus dan murid2 lain mengapa mereka kembali menjala ikan, padahal mereka sudah dihembusi Roh Kudus dan telah diperintahkan untuk menjala manusia. Injil Yohanes menulis dalam teks Yunani dengan kata agaphao atau disini kita kenal sebagai agape. Dua kali Petrus menjawab dengan phaleo yang kita kenal dengan kata filia. Dalam bahasa Yunani jawaban Petrus merupakan suatu pengertian faktual yang berdasarkan pemikiran yang rasional seperti persahabatan atau saya suka. Petrus akhirnya menyadari apa yang dikehendaki Kristus. Seperti yang dinubuatkan Yesus, Petrus merasul disekitar Roma dan dihukum mati dengan disalib juga. Atas permintaannya sendiri karena merasa tak layak disalibkan seperti Yesus, ia minta disalibkan secara terbalik. Kitapun sama seperti Petrus, bila Petrus hanya menyangkal Yesus tiga kali, kita dalam kehidupan sehari-hari telah menyangkal Tuhan dengan jumlah yang tak terhitung, dengan segala pikiran, perbuatan, dan kelalaian2 kita. Tiap kali kita jatuh kedalam dosa kita telah menyangkal Allah . Setiap kali kita jatuh kedalam dosa, Ia akan datang menanyai kita: ”Hai anak2 Ku apakah kamu mengasihi Aku ?” Ia yang tidak pernah meninggalkan kita dan selalu disamping kita, bahkan membopong kita manakala kita jatuh kedalam dosa Sama seperti seorang gembala yang baik membopong dombanya yang sakit atau luka dengan penuh kasih. Dengan wajahNya yang penuh belas kasih Ia mengulurkan kedua tanganNya yang berbekas luka paku karena dosa – dosa kita menanyai kita dengan lemah lembut tanpa menyalahkan kita karena kita semua adalah manusia yang lemah. Bila pesan akhir Yesus kepada Petrus : “Ikutlah Aku!”, apakah pesan itu berlaku pula kepada kita semua sebagai pengikut dan murid Kristus? Yang dikerjakanNya adalah selalu kehendak Bapa . Kita semua yang telah menerima baptisan, telah menjadi satu kesatuan umat Allah dalam Tubuh Mistik Kristus dengan Kristus sendiri sebagai Kepala dan kita semua adalah anggota, dalam persekutuan umat Allah atau Gereja.
Gereja yang diciptakan untuk menyebar luaskan kerajaan Kristus dimana-mana demi kemuliaan Allah Bapa. Melalui sakramen Krisma kita diteguhkan oleh kekuatan Roh Kudus dan ditetapkan oleh Tuhan sendiri untuk merasul. Selama belum adanya awam bersama hirarki yang merasul, Gereja akan terus mengembara. Dengan kerasulan yang dimaksud adalah di manapun berada memberi kesaksian akan Kristus, yang dijalankan dalam iman, harapan, dan cinta kasih mengichtiarkan kehidupan kekal dan keselamatan Allah bagi semua orang. Melalui mengenalkan Kristus kepada orang – orang yang belum mengenalNya.. Didorong cinta kasih yang berasal dari Allah yang dicurahkan melalui Roh yang bersemayam di dalam diri kita dapat menyampaikan keutamaan2 dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan tanda Kristus yang hadir. Nilai2 kejujuran, ketulusan hati, semangat keadilan, peri kemanusiaan, dan integritas sebagai pengikut Kristus, dan menunjukkan kepada dunia sekitar kita bahwa inilah orang Kristen pengikut Kristus. Bila kita mengaku murid dan pengikut Kristus, marilah kita meningkatkan pengenalan kita dengan iman kepada Yesus, sehingga kita akan mengasihiNya sebagaimana Petrus telah mengasihi Tuhan Yesus.. Kita dapat berdoa : Agar Roh Kudus menerangi diri kita dan menjadikan hati kita sebagai pengikut Kristus yang setia.. FirmanNya menjadi santapan kita dan hendaklah kehendak Bapa melalui komunikasi doa kita kiranya dapat menjadi nafas kita.. Dan kita sebagai pengikut dan murid akan mengikuti jejak para rasul dalam menyampaikan kabar gembira dan melayani, sebagaimana yang diperintahkan Tuhan Yesus. Bukan sebagai pengorbanan, karena tak ada yang setara dengan pengorbanan Tuhan sendiri di kayu salib, tetapi sebagai persembahan kita setiap hari. Karena Sang Guru telah memanggul salib, sebagai murid kita tidak akan pernah melampaui tuannya, kitapun harus dengan suka rela memanggul salib kita setiap hari.. Salib harus kita pikul setiap hari dan menjadi persembahan kita kepada Bapa di surga. Salib kita setiap hari akan kita pikul dengan sukacita, dan kita tidak akan diberi beban yang melebihi kemampuan kita. “Datanglah kepadaKu, kamu yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan menyegarkan kamu. Belajarlah dari padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Kuk yang akan kupasang enak dan bebannyapun ringan” Spiritualitas kita sebagai pengikut Kristus yang juga ikut memanggul salib kita masing – masing hanyalah dimungkinkan bila kita mengenal dan mengasihi Yesus, yang diutus Bapa sebagai sumber dari segala kerasulan . Sebuah spiritualitas pemuridan ; menjadi pengikut Kristus otomatis adalah menjadi seorang murid Kristus dan memahami pemuridan yang dikembangkannya pertama kali kepada kedua belas rasul dan kepada kita sampai saat ini melalui Kitab Suci. Pemuridan mencadi cara hidup, berpikir atau mempunyai pikiran seperti Yesus dan mempunyai hati yang mencinta seperti Yesus. Semua itu hanya dimungkinkan bila kita mau membuka hati dan pikiran kita, menerima Rohnya yang kudus yang dijanjikanNya seperti yang dijanjikan kepada para murid. Sementara iman yangkita miliki adalah anugerah, dan dari iman ini kita bisa merasakan bahwa kita dikasihi Tuhan, kita diampuni dan disembuhkan oleh Bapa, kita dituntunNya di jalan yang benar.
" Allah adalah kasih, dan barang siapa tetap berada dalam kasih, dia tetap berada dalam Allah dan Allah dalam Dia" ( 1Yoh 4 : 16 ).
……….“Barang siapa tinggal didalam Aku, dan Aku didalam dia, ia menghasilkan buah banyak, sebab tanpa Aku kamu tidak dapat berbuah apa apa “…….. (Yoh 15: 5)
Kepada iman akan Yesus Kristus ini, harus kita tambahkan dengan upaya pengenalan dan lebih mencintai Yesus, agar kita dapat mengenal Yesus dengan baik kiranya kita dapat mengikuti nasihat Santo Petrus : …………..“Kamu harus dengan sungguh2 menambahkan kepada imanmu kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, dan kasih terhadap semua orang. Apabila semuanya ada padamu dengan berlimpah, kamu akan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus Tuhan kita”( Petrus 2, 5 : 1 – 8 )….. Dengan mengenal dan mengasihi Tuhan Yesus, Roh Kudus akan membimbing dalam upaya mendekatkan diri kepada Tuhan, menjadi pengikut setia untuk memuliakan Allah Bapa di surga.
……. “Barang siapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barang siapa percaya kepadaKu seperti yang dikatakan Kitab Suci. Dari dalam hatinya akan mengalir aliran – aliran air hidup”……… Roh Kudus yang akan menginspirasikan kehendak Bapa dalam diri kita sebagaimana apa yang disampaikan Yesus kepada perempuan Samaria di sumur Jakub. …………..“Barang siapa minum air yang akan Kuberikan, ia tidak akan haus selama-lamanya. Air yang akan Kuberikan akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal”.

Jakarta, November 2007.

hendra boeniardi tanumihardja

Tidak ada komentar: